Televisi pemerintah Iran justru menayangkan tiga putra Ali Khamenei lainnya, yakni Mostafa, Meysam, dan Masoud Khamenei, yang memanjatkan doa di belakang peti jenazah sang ayatollah bersama empat anggota keluarga lainnya.
Prosesi tersebut merupakan bagian dari rangkaian pemakaman nasional selama sepekan yang akan berlanjut ke sejumlah kota suci di Iran hingga Irak.
Hingga kini, Mojtaba Khamenei belum pernah muncul di hadapan publik maupun dalam dokumentasi resmi sejak serangan Israel dan Amerika Serikat pada 28 Februari lalu yang menewaskan Ali Khamenei beserta sejumlah anggota keluarganya.
Mengutip
Reuters, sejumlah sumber yang dekat dengan lingkaran dalam kepemimpinan Iran menyebut wajah Mojtaba Khamenei cacat dan ia menderita cedera serius pada salah satu atau kedua kakinya.
Prosesi salat jenazah pada Minggu turut dihadiri Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Ketua Parlemen Mohammad Bagher Qalibaf.
Dalam tayangan televisi pemerintah, Masoud Khamenei tampak tak kuasa menahan tangis dan mengusap air matanya menggunakan keffiyeh ketika imam memimpin doa terakhir bagi sang ayah.
Ribuan warga terus memadati kompleks Imam Khomeini Mosalla sejak Sabtu malam untuk memberikan penghormatan terakhir kepada pemimpin yang telah memimpin Iran selama puluhan tahun.
Banyak pelayat terlihat menangis, memukul dada, dan mengibarkan bendera Iran sebagai simbol duka.
Operator kereta bawah tanah Teheran bahkan mencatat sekitar tujuh juta perjalanan dalam semalam akibat membludaknya masyarakat menuju lokasi upacara.
Pemerintah Iran menjadwalkan prosesi akbar di pusat Kota Teheran pada Senin, 6 Juni 2206, sebelum jenazah Ali Khamenei dibawa ke Kota Qom, dilanjutkan ke kota-kota suci Najaf dan Karbala di Irak, lalu kembali ke Iran untuk dimakamkan di Mashhad.
Otoritas juga menyiapkan transportasi, makanan, dan penginapan guna mengakomodasi jutaan warga yang diperkirakan mengikuti rangkaian penghormatan terakhir tersebut.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: