Dalam wawancara dengan Fox News, Bessent meminta seluruh pengecer bensin, baik yang dimiliki perusahaan minyak besar, pengusaha independen, maupun jaringan toko serba ada, untuk ikut menurunkan harga demi meringankan beban masyarakat.
"Saya mendorong semua pengecer bensin untuk menjadi pelaku usaha yang baik, terutama dalam peringatan 250 tahun Amerika Serikat, karena kami sedang mengawasi," kata Bessent, dikutip Kamis, 1 Juli 2026.
Pernyataan tersebut merupakan tindak lanjut dari seruan Presiden AS Donald Trump sehari sebelumnya. Melalui media sosialnya, ia mendesak SPBU segera memangkas harga bensin dan menargetkan harga sekitar 2,50 Dolar AS per galon.
"Jika para pengecer tidak melakukan ini, masalah besar akan muncul! Mulailah menargetkan harga sekitar 2,50 Dolar AS per galon," tulis Trump.
Pemerintahan Trump menilai penurunan harga bensin seharusnya sudah mulai terjadi karena harga minyak mentah global telah melemah dalam beberapa pekan terakhir. Sebelumnya, harga minyak sempat melonjak akibat meningkatnya ketegangan militer antara AS, Israel, dan Iran yang memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi dunia.
Namun, setelah situasi geopolitik mereda dan pembicaraan antara AS dan Iran kembali menunjukkan perkembangan positif, harga minyak kembali turun. Pemerintah AS berharap penurunan tersebut segera diteruskan ke tingkat konsumen melalui harga bensin yang lebih murah.
Bessent menegaskan pemerintah tidak akan tinggal diam apabila penurunan harga minyak dunia tidak diikuti oleh penyesuaian harga di SPBU.
"Kami akan meminta pertanggungjawaban mereka di pihak lain," tegasnya.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: