Keiko Fujimori Menang Pilpres Peru Setelah Empat Kali Nyalon

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/hani-fatunnisa-1'>HANI FATUNNISA</a>
LAPORAN: HANI FATUNNISA
  • Selasa, 30 Juni 2026, 17:04 WIB
Keiko Fujimori Menang Pilpres Peru Setelah Empat Kali Nyalon
Presiden terpilih Peru, Keiko Fujimori (Foto: Instagram)
rmol news logo Politikus konservatif Keiko Fujimori akhirnya berhasil merebut kursi Presiden Peru setelah memenangkan pemilihan presiden putaran kedua yang berlangsung ketat melawan kandidat sayap kiri Roberto Sanchez. 

Kemenangan ini menjadi pencapaian bersejarah bagi Fujimori yang sebelumnya tiga kali gagal mencapai kursi tertinggi di negara Amerika Selatan tersebut.

Hasil resmi yang diumumkan otoritas pemilu menunjukkan Fujimori unggul tipis dengan selisih kurang dari 50 ribu suara dari lebih dari 18 juta suara yang masuk. 

Kemenangan itu sekaligus mengembalikan nama Fujimori ke Istana Presiden Peru lebih dari dua dekade setelah berakhirnya pemerintahan ayahnya, Alberto Fujimori.

Usai diproklamasikan sebagai pemenang, Fujimori menyampaikan pesan persatuan dan optimisme bagi rakyat Peru yang selama bertahun-tahun menghadapi ketidakstabilan politik dan lonjakan kriminalitas. 

“Setiap kali kita semakin dekat untuk memulai jalan menuju ketertiban dan harapan bagi seluruh rakyat Peru," tulis Fujimori di platform X, dikutip pada Selasa, 30 Juni 2026.

Presiden terpilih berusia 51 tahun itu akan mulai menjabat pada 28 Juli mendatang untuk masa jabatan lima tahun. 

Dia mewarisi negara yang tengah menghadapi tantangan besar, mulai dari meningkatnya aktivitas kelompok kejahatan terorganisasi hingga krisis politik yang membuat Peru mengalami pergantian delapan presiden dalam kurun satu dekade terakhir.

Dalam kampanyenya, Fujimori menjanjikan pendekatan tegas terhadap keamanan dan penegakan hukum. Janji tersebut mengingatkan publik pada gaya kepemimpinan ayahnya yang pernah memimpin Peru pada 1990-2000. 

Alberto Fujimori dikenang karena keberhasilannya menumpas pemberontakan Maois dan mengendalikan hiperinflasi, namun juga meninggalkan kontroversi akibat kasus korupsi dan pelanggaran hak asasi manusia yang membuatnya dipenjara setelah lengser dari kekuasaan.

Menyadari polarisasi politik yang masih membelah masyarakat Peru, Fujimori menegaskan komitmennya untuk merangkul seluruh kelompok politik, termasuk para pendukung lawannya. 

“Kita memiliki tanggung jawab untuk mendengarkan kedua belah pihak. Pintu dialog terbuka lebar,” tegasnya.rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA