Intervensi tersebut menjadi bentuk koordinasi pasar valuta asing pertama Jepang dan AS dalam 15 tahun terakhir. Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi bahwa pemerintahannya membantu Jepang menopang nilai tukar Yen sebagai bentuk dukungan terhadap mitra sekaligus menjaga stabilitas ekonomi global.
Pernyataan Trump langsung direspons pasar. Dikutip dari Reuters, Dolar AS melemah sekitar 0,2 persen menjadi 157,07 Yen.
Dua pejabat pemerintah Jepang menyebut Menteri Keuangan Satsuki Katayama dijadwalkan mengumumkan rincian operasi gabungan tersebut. Sejumlah sumber pasar mengatakan otoritas Jepang dan AS telah melakukan pembelian Yen secara berkala sejak pekan lalu.
Berdasarkan data Bank of Japan, pemerintah Jepang diperkirakan telah menggelontorkan sekitar 58,97 miliar Dolar AS untuk membeli Yen di pasar New York. Keterlibatan AS juga tercermin dalam dokumen rapat kabinet yang memuat catatan tulisan tangan Menteri Keuangan AS Scott Bessent: "Buy Japanese Yen (JPY) US$5-10 bil."
Intervensi tersebut turut menekan Dolar AS. Pada penutupan perdagangan Jumat, 31 Juli 2026, Dolar AS berada di sekitar 157,60 Yen, membaik dari level 164 Yen pada awal pekan. Level 164 Yen merupakan posisi tertinggi Dolar AS terhadap Yen sejak 1986.
Langkah bersama ini ditempuh setelah intervensi Jepang secara mandiri pada April dan Mei hanya memberikan dampak sementara. Kenaikan suku bunga Bank of Japan menjadi 1 persen pada Juni, level tertinggi dalam 31 tahun, juga belum mampu memberikan penguatan Yen secara berkelanjutan.
Pelemahan Yen yang berkepanjangan telah meningkatkan biaya impor dan tekanan inflasi, sekaligus menggerus daya beli masyarakat. Kondisi tersebut turut menjadi tantangan bagi pemerintahan Perdana Menteri Sanae Takaichi.
Bessent sebelumnya berulang kali menilai nilai Yen terlalu rendah dan mendorong penyesuaian kebijakan. Bank of Japan pun memberi sinyal kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut.
Tekanan terhadap mata uang Asia juga meluas. Korea Selatan pada Kamis turut melakukan intervensi dengan membeli Won untuk menjaga stabilitas nilai tukarnya.
BERITA TERKAIT: