Trump: Kesepakatan Damai Iran Hampir Rampung, Selat Hormuz Segera Dibuka

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/hani-fatunnisa-1'>HANI FATUNNISA</a>
LAPORAN: HANI FATUNNISA
  • Minggu, 24 Mei 2026, 14:49 WIB
Trump: Kesepakatan Damai Iran Hampir Rampung, Selat Hormuz Segera Dibuka
Presiden AS Donald Trump (Foto: Gedung Putih)
rmol news logo Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim kesepakatan perdamaian terkait Iran telah memasuki tahap akhir setelah pembicaraan intensif yang melibatkan sejumlah pemimpin negara Timur Tengah dan kawasan. 

Menurutnya, mayoritas isi perjanjian telah berhasil dirundingkan dan kini hanya menunggu finalisasi sebelum diumumkan kepada publik.

Dalam unggahan terbarunya, Trump mengatakan dirinya baru saja menggelar pembicaraan dengan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman Al Saud, Presiden Uni Emirat Arab Mohammed bin Zayed Al Nahyan, Emir Qatar Tamim bin Hamad Al Thani, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi, Raja Yordania Abdullah II, Raja Bahrain Hamad bin Isa Al Khalifa, serta sejumlah pejabat tinggi dari Pakistan dan Qatar.

Ia menggambarkan diskusi tersebut berlangsung sangat baik dan berfokus pada penyusunan nota kesepahaman mengenai perdamaian yang melibatkan Iran.

Trump menegaskan bahwa kesepakatan tersebut pada dasarnya telah dirundingkan dan hanya menunggu penyelesaian akhir antara Amerika Serikat, Iran, dan negara-negara yang terlibat dalam pembahasan. 

Secara terpisah, ia juga menghubungi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan menyebut percakapan tersebut berlangsung positif.

“Sebuah kesepakatan sebagian besar telah dinegosiasikan, dan masih menunggu finalisasi antara Amerika Serikat, Republik Islam Iran, dan berbagai negara lain, sebagaimana tercantum. Secara terpisah, saya melakukan panggilan telepon dengan Perdana Menteri Bibi Netanyahu dari Israel, yang juga berjalan sangat baik,” tulis Trump di Truth Social, Minggu, 24 Mei 2026.

Menurut Trump, sejumlah aspek teknis dan rincian terakhir dari kesepakatan masih dibahas oleh para negosiator. Namun ia memberi sinyal bahwa pengumuman resmi dapat dilakukan dalam waktu dekat. 

Salah satu poin penting yang masuk dalam perjanjian itu adalah pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang selama beberapa waktu terakhir menjadi sumber ketegangan di kawasan Teluk.

“Aspek dan detail akhir dari Kesepakatan tersebut saat ini sedang dibahas, dan akan segera diumumkan. Selain banyak elemen lain dari Perjanjian tersebut, Selat Hormuz akan dibuka. Terima kasih atas perhatian Anda terhadap masalah ini!" tegasnya.rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA