Menurut pernyataan Narges Mohammadi Foundation, kondisi kesehatan Mohammadi terus memburuk sejak dipindahkan dari penjara ke rumah sakit di Kota Zanjan pada Jumat lalu.
Tekanan darah Mohammadi disebut terus berfluktuasi secara berbahaya. Penanganan medis yang diberikan saat ini masih terbatas pada upaya stabilisasi melalui terapi oksigen.
Yayasan menyebut sebelum dirujuk ke rumah sakit, Mohammadi mengalami penurunan kondisi kesehatan secara drastis, termasuk dua kali kehilangan kesadaran total serta krisis jantung serius.
Aktivis perempuan berusia 50-an tahun itu diketahui sempat mengalami dugaan serangan jantung pada akhir Maret lalu.
“Narges Mohammadi hanya bisa mendapatkan perawatan efektif jika dipindahkan ke tim medisnya di Teheran,” demikian pernyataan yayasan sebagaimana dikutip dari
Miami Herald, Minggu, 3 Mei 2026.
Mohammadi meraih Nobel Perdamaian saat masih mendekam di penjara atas perjuangannya membela hak-hak perempuan serta kampanye penghapusan hukuman mati di Iran.
Pada Februari lalu, yayasan menyebut Mohammadi dijatuhi hukuman penjara tambahan selama 7,5 tahun. Saat itu, Komite Nobel juga mendesak pemerintah Iran untuk segera membebaskannya.
Mohammadi kembali ditangkap pada Desember setelah mengkritik kematian seorang pengacara, Khosrow Alikordi. Jaksa Hasan Hematifar menuding Mohammadi menyampaikan pernyataan provokatif dalam acara peringatan kematian tersebut.
BERITA TERKAIT: