Mengutip
Anadolu Agency, ia ditemani utusan khusus Steve Witkoff dan menantu Presiden Donald Trump, Jared Kushner bertemu Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf dan Menteri Luar Negeri Abbas Araqchi untuk mengakhiri gejolak yang berlangsung hampir dua bulan.
Pertemuan ini menandai babak baru diplomasi antara kedua negara yang telah berseteru selama puluhan tahun. Tatap muka itu bahkan disebut sebagai momen bersejarah karena menjadi interaksi tingkat tinggi pertama sejak pecahnya Revolusi Iran 1979.
Berdasarkan sumber yang dekat dengan mediator, perundingan yang ditengahi oleh Pakistan itu berlangsung kurang dari dua jam. Meski detailnya masih dirahasiakan, pertemuan perdana itu dilaporkan berjalan dalam suasana positif.
Sejumlah isu krusial dibahas dalam pertemuan tersebut, terutama soal eskalasi di Lebanon, laporan awal menyebut adanya peluang deeskalasi, dengan operasi militer Israel kemungkinan dibatasi di wilayah selatan tanpa serangan udara ke Beirut.
Sementara dari pihak Teheran, muncul sinyal positif terkait potensi pencairan aset-aset Iran yang selama ini dibekukan oleh Washington.
Meski sejumlah informasi mulai mencuat, namun proses negosiasi berlangsung tertutup dengan pengamanan ketat. Kedua pihak juga membatasi pernyataan resminya.
Rangkaian diplomasi ini pun belum berakhir. Setelah pertemuan formal, kedua delegasi dijadwalkan melanjutkan pembicaraan dalam jamuan makan malam guna mencairkan suasana dan membuka jalan menuju kesepakatan damai yang lebih permanen.
Negosiasi dilaporkan berlangsung di Serena Hotel Islamabad, salah satu lokasi dengan pengamanan paling ketat di ibu kota Pakistan.
Pemilihan lokasi ini turut menjadi sorotan, mengingat serangan bersenjata besar pernah terjadi pada 2008 di Islamabad Marriott Hotel yang berada tidak jauh dari lokasi pertemuan.
BERITA TERKAIT: