Menteri Pertahanan Pete Hegseth secara resmi mencopot Jenderal Randy George dari jabatannya sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) AS.
Langkah berani ini dilaporkan oleh tiga pejabat pertahanan kepada Reuters via CNBC, menandai pembersihan terbaru dalam hierarki senior Pentagon di bawah kepemimpinan Hegseth.
Meskipun mantan pembawa acara Fox News ini dikenal bergerak cepat dalam merestrukturisasi departemennya, keputusan memecat jenderal bintang empat di masa perang dianggap sebagai langkah yang sangat langka dan hampir tidak pernah terjadi sebelumnya.
Pentagon mengonfirmasi bahwa George?"yang sebenarnya masih memiliki sisa masa jabatan lebih dari satu tahun?" akan pensiun dari jabatannya sebagai Kepala Staf Angkatan Darat ke-41 segera.
Dalam pernyataan resminya, pihak Departemen Pertahanan menyampaikan apresiasi atas dedikasi panjang sang jenderal.
"Kami berterima kasih atas pengabdian George selama puluhan tahun. Kami mendoakan yang terbaik untuknya di masa pensiunnya."
Meski bernada sopan, seorang pejabat senior Departemen Pertahanan memberikan alasan yang lebih lugas mengenai pencopotan penerima Purple Heart tersebut.
“Kami berterima kasih atas pengabdiannya, tetapi sudah saatnya ada perubahan kepemimpinan di Angkatan Darat," katanya.
Kursi panas yang ditinggalkan George tampaknya akan segera diisi oleh Jenderal Chris LaNeve. LaNeve merupakan mantan ajudan militer Hegseth yang memiliki kedekatan khusus dengan Gedung Putih; ia adalah sosok yang menelepon Presiden Donald Trump untuk memberi selamat atas kemenangan pemilu 2024.
Langkah Hegseth ini disebut sebagai upaya untuk menyelaraskan kepemimpinan militer dengan visi politik saat ini.
George, yang dicalonkan oleh Joe Biden pada 2023, dianggap perlu diganti dengan figur yang mampu mewujudkan agenda Angkatan Darat versi Donald Trump dan Hegseth sendiri.
Pembersihan ini ternyata meluas. Hegseth dilaporkan juga memecat dua jenderal lainnya yaitu Jenderal David Hodne, Pemimpin Komando Transformasi dan Pelatihan AD, serta Mayor Jenderal William Green, Kepala Korps Kapelan AD.
Hingga kini, tidak ada alasan spesifik yang diberikan atas kepergian George. Padahal, saat ini Angkatan Darat AS yang berkekuatan 450.000 tentara aktif tengah meningkatkan kewaspadaan di Asia Barat. Bahkan, ribuan tentara dari Divisi Lintas Udara ke-82 telah tiba di wilayah tersebut untuk mengantisipasi kemungkinan operasi darat di Iran.
Meski tidak terlihat ada perselisihan terbuka antara Hegseth dan George, suasana di Pentagon memang sedang memanas akibat serangkaian kebijakan kontroversial Hegseth, seperti memecat pengacara utama Angkatan Darat dan merencanakan parade militer besar untuk ulang tahun ke-250 AD yang bertepatan dengan ulang tahun Trump.
Hegseth juga membatalkan investigasi terhadap pilot helikopter yang melakukan aksi dukungan di dekat rumah penyanyi Kid Rock.
BERITA TERKAIT: