Selamat Idul Fitri
Selamat Idul Fitri Mudik

Serangan terhadap Konvoi Pasukan UNIFIL di Lebanon Tewaskan Dua Personel

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/adityo-nugroho-1'>ADITYO NUGROHO</a>
LAPORAN: ADITYO NUGROHO
  • Selasa, 31 Maret 2026, 01:53 WIB
Serangan terhadap Konvoi Pasukan UNIFIL di Lebanon Tewaskan Dua Personel
Ilustrasi. (Foto: Dokumentasi UNIFIL)
rmol news logo Setelah seorang pasukan perdamaian Indonesia yang bertugas di Lebanon gugur pada Minggu 29 Maret 2026, dilaporkan ada dua pasukan PBB lainnya yang meninggal dalam sebuah ledakan di Lebanon.

Hanya dalam kurun waktu 24 jam, United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) harus kehilangan tiga personelnya dalam dua insiden maut yang berbeda. Eskalasi konflik yang tak terkendali ini kini memicu gelombang kemarahan internasional.

Teranyar, Markas UNIFIL melalui saluran Telegram resminya mengumumkan dua lagi penjaga perdamaian gugur secara pada, Senin, 30 Maret 2026. 

Sebuah ledakan yang belum diketahui asal-usulnya menghantam dan menghancurkan konvoi kendaraan operasional yang mereka tumpangi di dekat wilayah Bani Hayyan.

“Dua penjaga perdamaian UNIFIL gugur secara tragis di Lebanon Selatan hari ini, ketika sebuah ledakan yang tidak diketahui asalnya menghancurkan kendaraan mereka di dekat Bani Hayyan," tulis pernyataan resmi UNIFIL.

Laporan ini juga disampaikan oleh The New York Times. “Dua penjaga perdamaian PBB yang bepergian dalam konvoi tewas ketika konvoi tersebut terkena ledakan yang tidak diketahui asalnya di Lebanon selatan pada Senin dan beberapa penjaga perdamaian lainnya terluka,” tulisnya.

Berdasarkan informasi beredar dalam Whatsapp Group, kedua pasukan UNIFIL yang gugur tersebut juga berasal dari TNI. Namun hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari pihak Puspen TNI.

Sebelumnya, Praka Farizal Rhomadhon gugur saat menjalankan tugas sebagai penjaga perdamaian di Lebanon Selatan. Serangan artileri dilaporkan menghantam area yang menjadi posisi pasukan penjaga perdamaian, termasuk lokasi kontingen Indonesia yang sedang menjalankan tugas pengamanan.

Insiden tersebut menjadi pengingat bahwa misi penjaga perdamaian PBB tetap memiliki risiko tinggi, terutama di wilayah yang masih dilanda konflik bersenjata. rmol news logo article
   

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA