Selain itu, pemerintah juga melarang seluruh bentuk kerumunan besar di ruang terbuka yang biasa digelar saat Idulfitri. Langkah ini diambil untuk meminimalisir potensi risiko serangan udara di tengah ketegangan dengan Iran.
“Salat Idul Fitri tahun ini akan dilaksanakan di masjid-masjid di seluruh negeri dan tidak akan diadakan di lapangan salat terbuka atau area luar ruangan,” kata Otoritas Umum Urusan Islam, Wakaf, dan Zakat UEA dalam sebuah pernyataan di X, seperti dikutip Jumat, 20 Maret 2026.
Pihak berwenang menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari langkah pencegahan yang telah dikoordinasika Badan Penanggulangan Krisis dan Bencana Nasional serta otoritas keagamaan di berbagai emirat, termasuk Dubai dan Sharjah.
“Keputusan ini merupakan bagian dari langkah-langkah pencegahan yang dikoordinasikan dengan Badan Penanggulangan Krisis dan Bencana Nasional,” demikian keterangan yang disampaikan,” demikian keterangan yang disampaikan.
Dalam tradisi perayaan Idulfitri di UEA, biasanya ribuan warga berkumpul di area terbuka untuk melaksanakan salat berjemaah. Tahun ini, seluruh pelaksanaan ibadah akan difokuskan di dalam masjid demi menjamin keselamatan masyarakat.
Dengan pembatasan ini, pemerintah berharap pelaksanaan Idulfitri tetap berlangsung khidmat, aman, dan tertib di seluruh wilayah UEA, tanpa mengabaikan aspek keselamatan publik di tengah dinamika kawasan yang belum stabil.
BERITA TERKAIT: