Dikatakan bahwa pihaknya akan terus memburu PM Israel jika ia masih hidup hingga mendapat balasan yang setimpal.
“Jika Netanyahu, si penjahat dan pembunuh anak, masih hidup, kami akan terus mengejarnya sampai ia menerima hukuman yang setimpal,” demikian pernyataan resmi tersebut, seperti dikutip dari
Al Mayadeen, Minggu, 15 Maret 2026.
Ancaman IRGC muncul di tengah beredarnya spekulasi di media sosial mengenai kondisi Netanyahu.
Kantor Perdana Menteri Israel menepis kabar yang menyebut pemimpin tersebut telah tewas akibat serangan Iran.
“Itu berita bohong, Perdana Menteri baik-baik saja,” kata kantor perdana menteri Israel.
Dalam pernyataan yang sama, IRGC melaporkan peluncuran gelombang ke-52 Operation True Promise 4 pada akhir pekan ini.
Dikatakan bahwa serangan terbaru menargetkan sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan, termasuk pusat konsentrasi pasukan di Harir Air Base di Erbil serta Ali Al Salem Air Base dan Camp Arifjan di Kuwait.
BERITA TERKAIT: