Keputusan mendadak ini langsung memicu perhatian publik, terutama karena terjadi di tengah meningkatnya pembahasan mengenai hubungannya dengan mendiang terpidana kejahatan seksual, Jeffrey Epstein.
Dikutip dari Reuters, Jumat 20 Februari 2026, pihak yayasan Gates dalam keterangannya menyatakan keputusan diambil agar acara tetap fokus pada agenda utama. Mereka menegaskan Gates batal berbicara “untuk memastikan fokus tetap pada prioritas utama KTT AI.”
Sikap ini berbeda dengan beberapa hari sebelumnya, ketika yayasan sempat membantah rumor bahwa Gates akan absen dan memastikan ia tetap dijadwalkan hadir.
Sorotan terhadap Gates mencuat setelah Departemen Kehakiman AS merilis sejumlah email yang memperlihatkan komunikasi antara Epstein dan staf yayasan Gates. Meski demikian, hingga kini belum ada konfirmasi resmi bahwa pembatalan tersebut berkaitan langsung dengan dokumen-dokumen itu.
Gates sudah mengakui bahwa pertemuannya dengan Epstein adalah sebuah kesalahan. “Merupakan sebuah kesalahan bagiku untuk bertemu dengannya,” ujar Gates, sembari menegaskan bahwa hubungan mereka terbatas pada diskusi filantropi.
Gates bukan satu-satunya tokoh besar yang urung hadir. CEO Nvidia, Jensen Huang, juga lebih dulu membatalkan kehadirannya, sehingga daftar pembicara utama semakin berkurang menjelang pembukaan acara.
Pembatalan dua tokoh besar teknologi ini menjadi tantangan tambahan bagi ajang yang dipromosikan sebagai forum AI terbesar di Global South tersebut.
BERITA TERKAIT: