Pengakuan itu disampaikan Gates setelah dokumen terbaru Departemen Kehakiman Amerika Serikat dirilis ke publik dan kembali menyorot relasinya dengan terpidana kejahatan seksual tersebut.
Dokumen yang dibuka pekan lalu memuat jutaan berkas, termasuk draf e-mail Epstein yang menuding Gates terlibat perselingkuhan dan aktivitas ilegal.
Dalam e-mail tersebut, Epstein menulis bahwa hubungannya dengan Gates mencakup penyedia narkoba, mengatasi konsekuensi berhubungan seks dengan gadis-gadis Rusia, dan memfasilitasi pertemuan rahasianya dengan wanita yang sudah menikah.
Gates dengan tegas membantah tuduhan itu. Dalam wawancara dengan
9News Australia yang disiarkan pada Rabu, 4 Februari 2026, Gates menyampaikan penyesalannya.
“Setiap menit yang saya habiskan bersamanya, saya sesali, dan saya minta maaf. Email itu tidak pernah dikirim. Email itu palsu," tegasnya.
Gates juga mempertanyakan motif Epstein menuliskan klaim tersebut.
“Aku tidak tahu apa yang dia pikirkan saat itu. Apakah dia mencoba menyerangku dengan cara tertentu?” ujarnya seraya menekankan bahwa tudingan tersebut tidak berdasar dan tidak pernah terjadi.
Seorang juru bicara Gates turut mengeluarkan pernyataan bantahan.
“Satu-satunya hal yang ditunjukkan oleh dokumen-dokumen ini adalah rasa frustrasi Epstein karena ia tidak memiliki hubungan berkelanjutan dengan Gates dan sejauh mana ia akan berusaha untuk menjebak dan mencemarkan nama baiknya," kata juru bicara tersebut.
Epstein sendiri diketahui meninggal dunia akibat bunuh diri di penjara pada 2019.
Sementara itu, mantan istri Gates, Melinda French Gates, mengaku rilis dokumen itu mengingatkannya pada masa sulit dalam pernikahan mereka.
“Bagi saya, secara pribadi itu sulit setiap kali detail-detail itu muncul,” ujarnya kepada National Public Radio.
Gates mengakui pernah bertemu Epstein pada 2011 dan beberapa kali makan malam selama tiga tahun berikutnya. Namun menegaskan tidak pernah mengunjungi pulau pribadi Epstein maupun terlibat hubungan dengan perempuan.
BERITA TERKAIT: