Pidato Prabowo di BoP Disorot karena Tak Singgung Two-State Solution

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/hani-fatunnisa-1'>HANI FATUNNISA</a>
LAPORAN: HANI FATUNNISA
  • Jumat, 20 Februari 2026, 13:14 WIB
Pidato Prabowo di BoP Disorot karena Tak Singgung Two-State Solution
Presiden AS Donald Trump dan Presiden RI Prabowo Subianto (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)
rmol news logo Pidato Presiden RI Prabowo Subianto dalam forum perdana Board of Peace (BoP) di Washington, Amerika Serikat, Kamis, 19 Februari 2026, menjadi sorotan karena tidak secara eksplisit menyinggung solusi dua negara (two-state solution) maupun kemerdekaan Palestina (Palestinian statehood).

Mantan Wakil Menteri Luar Negeri RI Dino Patti Djalal menyebut para pemimpin negara Muslim yang tergabung dalam BoP secara terbuka menyampaikan rujukan pada solusi dua negara dalam pidato mereka. 

Namun, menurutnya, penegasan serupa tidak terdengar dalam pidato Presiden Prabowo. Dino berharap absennya frasa tersebut semata-mata karena keterbatasan waktu berbicara. 

“Saya mencatat pidato Presiden Prabowo di KTT BoP tidak menyebut "2 state solution" atau "Palestinian statehood". Sementara, Arab Saudi, Qatar, Mesir, Turkiye, Pakistan, Maroko semuanya merujuk pada "two-state solution" dalam pidato mereka di KTT BoP. Mudah-mudahan ini hanya oversight Presiden kareba waktu bicara yg sempit," tulis Dino.

Menurut dia, Presiden Amerika Serikat Donald Trump perlu mendengar secara jelas dan langsung komitmen Indonesia terhadap solusi dua negara di forum tersebut. 

Apalagi, isu kemerdekaan Palestina dan two-state solution merupakan pesan utama yang dititipkan para tokoh diplomasi dan organisasi masyarakat Islam saat beraudiensi dengan Presiden beberapa waktu lalu.

"Ini juga merupakan titipan utama ormas-ormas Islam + polugri (yang saya ikut sebagai peserta) dalam pertemuan dengan Presiden : keanggotaan Indonesia di BoP harus didedikasikan untuk mencapai kemerdekaan Palestina,' kata dia.

Dalam pidatonya di hadapan Trump dan delegasi internasional, Prabowo lebih menekankan komitmen Indonesia untuk mendukung misi stabilisasi Gaza melalui International Stabilization Force (ISF). 

“Kami menegaskan kembali komitmen kami untuk menyumbangkan sejumlah besar pasukan, hingga 8.000 atau lebih jika perlu. Kami siap menyumbangkan pasukan untuk berpartisipasi aktif dalam pasukan stabil internasional untuk mewujudkan perdamaian ini,” tegasnya.

Namun, dalam keterangan pers usai pertemuan, Kepala Negara kemudian menegaskan posisi Indonesia terkait solusi dua negara. 

“Bagi kita the real, the only long lasting solution is a two-state solution," ujar Prabowo.rmol news logo article 

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA