Prabowo menilai ucapan tersebut tidak lebih dari sekadar kelakar di panggung diplomasi.
"Nggak, itu bercanda," kata Prabowo sambil tertawa ketika ditanya wartawan usai rapat BoP soal pernyataan Trump tersebut.
Dalam pidatonya Trump secara terbuka menyanjung Prabowo saat memperkenalkan satu per satu pemimpin yang hadir.
Di hadapan para kepala negara anggota, Trump bahkan menyatakan dirinya tak ingin berhadapan dengan Presiden RI karena menilai sosoknya gigih dan berwibawa.
“Pria yang saya sangat sukai sekali. Dia sangat gigih. Saya tak ingin melawannya, Presiden Prabowo dari Indonesia. Dia adalah sosok yang berwibawa," ujarnya.
Trump juga mengenang diskusinya dengan Prabowo terkait jumlah penduduk Indonesia. Ia menilai kepemimpinan di negara berpenduduk ratusan juta jiwa merupakan tanggung jawab besar yang tidak ringan.
"Berapa jumlah penduduk Indonesia. Dia bilang 240 juta jiwa. Tidak-tidak berapa? itu negara yang besar. Anda melakukan pekerjaan yang hebat dan dihormati. Terima kasih banyak sudah hadir. Terimakasih Presiden,” kata Trump.
Indonesia menjadi satu dari sekitar 27 negara yang hadir dalam rapat perdana Board of Peace (BoP) di Washington.
Namun sejumlah negara menolak bergabung di antaranya Prancis, Jerman, Italia, Spanyol, hingga Inggris dan Ukraina, serta Selandia Baru, dan Vatikan.
BERITA TERKAIT: