Mengutip laporan
Fast Company Middle East, forum tersebut membahas tantangan-tantangan ilmiah fundamental yang akan membentuk masa depan umat manusia.
Diselenggarakan bersamaan dengan World Governments Summit, WLS 2026 bertujuan menjadi wadah pemikiran ilmiah jangka panjang, dengan menekankan peran sains dasar dalam membentuk kebijakan publik, sistem ekonomi, dan pengembangan teknologi.
Hari pembukaan diisi dengan WLS AI Science Forum yang mengeksplorasi dampak sosial kecerdasan buatan (AI) serta perannya dalam penemuan ilmiah.
Diskusi menekankan pentingnya pengawasan manusia, kerja sama internasional, serta penerapan standar ilmiah yang ketat dalam pengembangan AI.
Membuka rangkaian acara, Ketua World Laureates Association sekaligus Peraih Nobel Kimia 2006, Profesor Roger D. Kornberg, menegaskan perlunya kebijakan publik yang dipandu oleh sains serta investasi berkelanjutan dalam riset dasar guna mendukung kemajuan jangka panjang.
Sejumlah pidato kunci dan diskusi panel turut membahas tata kelola AI, keamanan siber, etika, serta integrasi komputasi canggih dengan riset fundamental.
Peraih Nobel dan ketua Asosiasi Peraih Nobel Dunia, Roger Kornberg mengatakan bahwa KTT ini diadakan pada saat tantangan global yang mendesak dan menawarkan kesempatan langka bagi para ilmuwan untuk berkontribusi langsung pada pemikiran jangka panjang tentang peradaban, kemakmuran, dan kemajuan manusia.
Ia menekankan bahwa kreativitas dan kemampuan pemecahan masalah para ilmuwan tetap tak tergantikan oleh kecerdasan buatan (AI).
"Harus diingat bahwa AI dibatasi oleh pengetahuan yang ada. Penemuan seringkali berkaitan dengan sesuatu yang baru, yang bukan bagian dari apa yang sudah diketahui saat ini," kata dia.
Selain itu, hari pertama juga menghadirkan Disruptive Technologies Forum, New Energy Forum, dan Scientific Discovery Forum yang mengulas perkembangan teknologi frontier, energi dan iklim, serta sains dasar.
WLS 2026 dijadwalkan ditutup dengan pemaparan kerangka ilmiah dan inisiatif berorientasi masa depan untuk memperkuat kolaborasi internasional, mendukung riset dasar, serta mempercepat penemuan ilmiah demi kepentingan global.
World Laureates Summit diselenggarakan oleh World Laureates Association yang beranggotakan 187 ilmuwan terkemuka, termasuk 78 peraih Nobel serta penerima Turing Award, Wolf Prize, Lasker Award, Fields Medal, dan Breakthrough Prize, dari lebih 25 negara, dengan visi memajukan sains dan teknologi untuk kemaslahatan umat manusia.
BERITA TERKAIT: