Keyakinan tersebut disampaikan Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, yang menilai posisi Iran kuat karena konflik dipicu oleh pihak lawan.
“Kami pasti akan menang di medan perang. Di lapangan kami pasti akan menang,” ujar Boroujerdi kepada wartawan, Jumat, 6 Maret 2026.
Menurutnya, keyakinan Iran tidak hanya didasarkan pada kesiapan militernya, tetapi juga pada dukungan masyarakat dunia yang dinilai berpihak pada upaya menegakkan keadilan internasional.
Namun Boroujerdi menilai konflik yang terjadi tidak hanya berlangsung di medan tempur, melainkan juga dalam bentuk perang informasi atau perang narasi.
“Tetapi perang ini memiliki dimensi lain, yaitu dimensi perang narasi. Untuk melawannya, kami memerlukan bantuan semua pihak untuk menyuarakan kebenaran,” ujarnya.
Ia menilai Amerika Serikat dan Israel kerap menyampaikan informasi yang tidak sesuai dengan fakta di lapangan, sehingga Iran membutuhkan dukungan publik internasional untuk menyampaikan informasi yang dianggap lebih akurat.
“Menyuarakan fakta yang terdapat di lapangan agar kita bisa mengalahkan pihak musuh yang terbukti memiliki pengaruh besar, khususnya di media sosial,” lanjut Boroujerdi.
Ia juga berharap masyarakat dunia dapat memberikan dukungan moral, termasuk melalui doa, bagi pasukan Iran yang terlibat dalam konflik tersebut.
“Yang kedua adalah menyuarakan kebenaran dan memenangkan perang narasi melalui berbagai media sosial maupun media yang Anda miliki,” pungkasnya.
BERITA TERKAIT: