"Iran tak akan mudah takluk kendati Ayatullah Ali Khamenei sudah wafat. Akan ada Khamenei lain muncul. Tak ada yang senang saat Khamenei wafat, seperti Maduro ditangkap," kata Direktur ABC Riset & Consulting Erizal, dikutip Kamis 5 Maret 2026.
Menurut Erizal, di sinilah masuk akalnya orang yang mengatakan bahwa penyerangan AS dan Israel terhadap Iran ini sebagai pengalihan isu dokumen Epstein yang juga menyeret nama Donald Trump.
"Kongres AS sudah mulai mempertanyakan agresi Donald Trump ini," kata Erizal.
Tapi, Donald Trump bergeming. Bahkan ia hendak mengirim pasukan darat (infanteri) ke Iran.
Kalau targetnya pergantian rezim, mau tak mau pasukan darat harus masuk. Dan Trump sudah menargetkan hingga 5 pekan ke depan.
"Trump sudah gelap mata," kata Erizal.
Trump, konon, juga telah mempersiapkan pemimpin boneka di Iran. Tapi namanya belum disebut. Bukan Reza Pahlavi, putra mahkota syah Iran yang tinggal di Amerika Serikat.
"Tak ada yang tahu, apakah Donald Trump akan terjungkal oleh Iran atau masih tetap bisa berdiri? Semua negara tak akan mau jika dirugikan. Alternatif-alternatif sudah mulai disusun," pungkas Erizal.
BERITA TERKAIT: