Pertemuan Al-Saharaa dan Presiden AS Donald Trump menandai upaya Damaskus memperbaiki hubungan dengan Barat setelah rezim Bashar al-Assad tumbang. Dalam pernyataan resmi, keduanya membahas cara memperkuat kerja sama ekonomi dan isu-isu regional.
Trump memuji al-Sharaa, yang dulu dikenal sebagai mantan komandan kelompok bersenjata. “Dia berasal dari lingkungan yang keras, dan dia orang yang keras. Saya menyukainya,” kata Trump, dikutip dari Al-Jazeera. Ia juga menyebut, “Kami akan melakukan segala yang kami bisa untuk menjadikan Suriah sukses.”
Kementerian Keuangan AS menyebut pelonggaran sanksi ini sebagai upaya memberi “kesempatan bagi Suriah untuk menjadi besar kembali” dan membantu pembangunan ekonomi setelah perang panjang.
Al-Sharaa, yang pernah memimpin pemberontakan menggulingkan Assad tahun lalu, kini berupaya menampilkan citra baru Suriah yang moderat dan terbuka. Ia juga dikabarkan menjajaki kemungkinan kerja sama militer dengan koalisi internasional melawan ISIS.
Meski hubungan mulai mencair, kunjungan al-Sharaa ke Gedung Putih berlangsung sederhana tanpa konferensi pers atau penyambutan resmi.
Namun, Trump mengatakan kepada wartawan bahwa AS dan Israel sedang bekerja untuk berhubungan baik dengan Suriah dan mengisyaratkan akan ada pengumuman penting terkait hubungan kedua negara.
BERITA TERKAIT: