Dalam pernyataan di platform media sosial miliknya, Truth Social, Trump menyebut langkah ini sebagai simbol kembalinya hukum, ketertiban, dan keadilan di Amerika Serikat.
Menurutnya Amerika sudah terlalu lama diganggu oleh para pelaku kejahatan yang kejam dan berulang, sehingga dibutuhkan penjara dengan sistem keamanan yang tinggi seperti Alcatraz.
“Hari ini, saya mengarahkan Biro Penjara, bersama dengan Departemen Kehakiman, FBI, dan Keamanan Dalam Negeri, untuk membuka kembali Alcatraz yang telah diperluas dan dibangun kembali secara substansial," tulisnya seperti dimuat BBC pada Senin, 5 Mei 2025.
Trump menegaskan bahwa Alcatraz yang baru akan digunakan untuk menampung para pelaku kejahatan paling kejam dan brutal di Amerika.
Alcatraz, yang awalnya dibangun sebagai benteng pertahanan angkatan laut dan kemudian menjadi penjara federal terkenal, pernah menampung narapidana legendaris seperti Al Capone, Mickey Cohen, dan George “Machine Gun” Kelly.
Setelah ditutup karena biaya operasional yang terlalu mahal, hampir tiga kali lipat penjara federal biasa, pulau ini diubah menjadi objek wisata populer yang dikunjungi jutaan wisatawan setiap tahunnya.
Rencana Trump ini memicu reaksi publik yang beragam, terutama setelah kebijakannya yang kontroversial mengirim tersangka anggota geng ke penjara di luar negeri, termasuk ke El Salvador.
Pada bulan Maret, ia sempat mengirim lebih dari 200 tersangka anggota geng Venezuela ke penjara asing, sebuah langkah yang memicu perdebatan hukum dan hak asasi manusia.
Langkah menghidupkan kembali Alcatraz ini juga membawa kembali bayang-bayang sejarah dan pop culture. Pulau ini pernah menjadi latar film-film terkenal seperti Birdman of Alcatraz (1962) dan The Rock (1996), yang semakin mengukuhkan citranya sebagai simbol kerasnya penegakan hukum di Amerika.
Belum ada rincian resmi mengenai anggaran maupun waktu pembangunan ulang fasilitas ini, namun pengamat memperkirakan biayanya akan sangat besar, mengingat tantangan logistik yang dulu membuatnya ditutup.
BERITA TERKAIT: