Akibat serangan tersebut, seorang anak berusia 12 tahun tewas setelah mengalami luka kritis, sementara empat orang lainnya terluka.
Menurut laporan tenaga medis dan rumah sakit, anak yang terluka parah kemudian meninggal di rumah sakit Yerusalem. Mereka juga mengonfirmasi bahwa kondisi korban tersebut sangat kritis pada saat dibawa ke rumah sakit.
Berkenaan dengan itu, Militer Israel segera merespons dengan mengejar pelaku penembakan dan melakukan pengamanan dengan mendirikan pos pemeriksaan serta mengepung area di sekitar kota Betlehem, lokasi yang diduga sebagai titik terjadinya serangan.
Peningkatan kekerasan di Tepi Barat ini sudah terjadi bahkan sebelum pecahnya perang di Gaza pada 7 Oktober 2023 lalu, dan situasi semakin memburuk akibat penggerebekan militer Israel, aksi kekerasan oleh pemukim Yahudi, serta serangan jalanan yang dilakukan warga Palestina terhadap warga Israel.
BERITA TERKAIT: