Dalam pertemuan itu, Jalili sudah mengakui kekalahannya dan mengucapkan selamat kepada Pezeshkian. Dia bahkan mendiskusikan pandangannya mengenai permasalahan negara dan saran solusinya.
"Sekarang saatnya seluruh rakyat di negara ini membantu presiden terpilih Pezeshkian untuk memajukan status negaranya di kancah internasional," ujarnya, seperti dimuat
Mehr News.Merespon Jalili, Pezeshkian mengatakan rencana bukanlah satu-satunya kunci keberhasilan dalam pemerintahan negara, namun mempekerjakan ahli adalah jaminan pelaksanaan rencana tersebut.
Untuk itu dia dengan gembira menyambut tawaran dukungan dari Jalili.
Anggota parlemen veteran Masoud Pezeshkian telah memenangkan pemilihan presiden putaran kedua Iran.
Pezeshkian menerima lebih dari 16 juta suara melawan mantan perunding nuklir Saeed Jalili dengan lebih dari 13 juta dari lebih dari 30 juta suara yang dihitung.
“Dengan memperoleh mayoritas suara pada hari Jumat, Pezeshkian telah menjadi presiden Iran berikutnya,” kata kementerian dalam negeri Iran.
Pemilu putaran kedua pada hari Jumat (5/7) menyusul pemungutan suara putaran pertama yang digelar tanpa hasil mayoritas pada tanggal 28 Juni.
Pemilu mendadak digelar untuk mencari pengganti Presiden Ebrahim Raeisi yang kehilangan nyawanya bersama menteri luar negerinya Hossein Amir-Abdollahian dan lainnya dalam kecelakaan helikopter di barat laut Iran pada Mei lalu.
BERITA TERKAIT: