Reuters melaporkan, voting paling cepat dilakukan pada Senin (18/12).
Rancangan resolusi tersebut berisi seruan penghentian permusuhan yang mendesak dan berkelanjutan untuk memungkinkan akses kemanusiaan yang aman dan tanpa hambatan. Di samping itu, PBB diatur untuk memantau bantuan kemanusiaan yang diberikan.
"Kami telah terlibat secara konstruktif dan transparan di seluruh proses dalam upaya untuk bersatu dalam menghasilkan produk yang lolos," kata seorang pejabat Amerika Serikat (AS).
Agar bisa lolos, resolusi DK PBB memerlukan setidaknya sembilan suara setuju dan tidak ada veto dari AS, Prancis, China, Inggris, atau Rusia.
Awal bulan ini, AS memveto resolusi yang menuntut gencatan senjata kemanusiaan segera antara Israel dan militan Palestina di Gaza. Majelis Umum PBB yang beranggotakan 193 orang kemudian menuntut gencatan senjata pada pekan lalu, dan 153 negara memberikan suara mendukungnya.
PBB dan badan-badan kemanusiaan telah memperingatkan akan adanya bencana kemanusiaan di Gaza, seperti kelaparan massal dan penyakit menular.
BERITA TERKAIT: