Di detik-detik terakhir batas waktu pendaftaran bakal calon presiden yang ditutup pada Sabtu malan (24/6), Menteri Ekonomi Argentina, Sergio Massa secara tiba-tiba mengumumkan keikutsertaanya dalam pemilihan.
Direktur program ilmu politik di Universitas Argentina UCEMA, Alejandro Corbacho menyebut pencalonan Massa yang mendadak itu benar-benar mengubah panggung politik.
"Dia mendapat dukungan dari sektor bisnis penting di pemerintahan dan dia akan menjadi kandidat yang kompetitif," ungkapnya, seperti dimuat
US News.
Pencalonan Massa sebagai Presiden dan Dubes Argentina untuk Brasil, Agustin Rossi sebagai wakilnya diumumkan langsung oleh partai yang berkuasa di Argentina saat ini pada Jumat malam (23/6).
Massa akan bersaing dengan kandidat kuat dari blok oposisi konservetif utama. Mereka adalah Walikota Buenos Aires Horacio Larreta dan mantan Menteri Keamanan garis keras Patricia Bullrich.
Terdapat pula kandidat lain, seorang ekonom libertarian Javier Milei, kandidat tunggal dilaporkan menjadi yang paling populer dalam jajak pendapat karena banyak pemilih yang jenuh dengan status quo dalam perpolitikan Argentina.
Konsultan politik Argentina Carlos Fara, menilai popularitas Milei akan mempersulit dua koalisi lain.
"Kandidat Larreta, Bullrich, dan Massa hampir sama dalam jajak pendapat. Tidak ada dari mereka berhasil mendapat suara di atas 50 persen," ungkapnya.
Fara memperkirakan pemilu Oktober mendatang akan berakhir dengan putaran kedua karena persaingan suara yang ketat tersebut.
BERITA TERKAIT: