Berdasarkan Perjanjian Kerja Sama Pertahanan yang Ditingkatkan 2014 atau EDCA, AS dapat mengakses lima pangkalan Filipina. Kemudian kesepakatan itu diperluas menjadi sembilan lokasi, dengan empat lokasi tambahan yang sempat dirahasiakan.
Kantor Kepresidenan Filipina pada Senin (3/4) mengatakan bahwa tiga lokasi pangkalan AS akan berada di Filipina utara. Itu termasuk pangkalan angkatan laut dan bandara di provinsi Cagayan, serta sebuah kamp tentara di provinsi tetangga Isabela.
Kemudian pangkalan angkatan laut lainnya di Santa Ana Cagayan yang berjarak sekitar 400 kilometer dari Taiwan.
Satu lokasi terakhir disebut akan menjadi pangkalan udara yang terletak di Pulau Balabac, di lepas ujung selatan Pulau Palawan, dekat Laut Cina Selatan.
Mengutip
AFP, Gubernur Cagayan Manuel Mamba secara terbuka menentang keputusan pemerintah menempatkan pangkalan AS di wilayahnya. Sebab ia mengaku takut akan merusak kepercayaan investor China dan menjadi target dalam konflik Taiwan.
Perjanjian EDCA memungkinkan AS menempatkan pasukan dan menyimpan peralatan serta persediaan militer di sana.
China yang mengetahui itu, melontarkan kritik tajam melalui kedutaan besarnya di Filipina.
Menurut Beijing, penempatan pangkalan AS di Filipina bertujuan untuk mengepung dan menahan China.
BERITA TERKAIT: