Putin menjelaskan bahwa militer Rusia saat ini sedang mengejar tujuan lain, karena dari sekitar 29 target yang ditetapkan oleh Kementerian Pertahanan Rusia, hanya tujuh yang tidak terkena pemboman awal pekan ini.
“Tapi ini sedang dihabisi secara bertahap. Tidak perlu ada serangan besar, setidaknya untuk saat ini," kata Putin, seperti dikutip dari
RT, Sabtu (15/10).
Ini sesuai keterangan Menteri Energi Ukraina German Galushchenko pada Rabu, ia mengungkapkan bahwa sekitar 30 persen dari fasilitas energi negara itu rusak dalam dua hari berturut-turut oleh serangan Rusia.
Putin mengatakan Moskow tidak memiliki niat untuk menghancurkan Ukraina sebagai sebuah negara, dan situasi saat ini merupakan tanggapan atas tindakan permusuhan yang dilakukan oleh Kyiv.
Jika Ukraina tidak memblokir pasokan air ke hampir dua setengah juta orang yang tinggal di Krimea, tentara Rusia tidak perlu memasuki negara itu untuk membukanya kembali.
“Jika mereka tidak melakukan ini, tidak akan ada tindakan balasan,†kata Putin, menambahkan bahwa serangan baru-baru ini di Jembatan Krimea memaksa Moskow untuk “berpikir sepuluh kali†tentang betapa pentingnya hal itu bagi Rusia untuk membangun hubungan dengan Krimea di seluruh wilayah Ukraina.
Ditanya apakah dia menyesali keputusan untuk melancarkan serangan militer terhadap Ukraina atau tidak, Putin secara halus menekankan bahwa “segala sesuatu yang terjadi hari ini tidak menyenangkan."
BERITA TERKAIT: