Perang Rusia-Ukraina Meluas, Belarusia Sebut Pasukan Ukraina Hancurkan Seluruh Jembatan di Perbatasan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Senin, 10 Oktober 2022, 10:53 WIB
Perang Rusia-Ukraina Meluas, Belarusia Sebut Pasukan Ukraina Hancurkan Seluruh Jembatan di Perbatasan
Ranjau anti-tank dipajang di jalan dekat Barvinkovo, April 2022/Net
rmol news logo Konflik antara Rusia dan Ukraina dilaporkan semakin meluas ke wilayah perbatasan negara tetangga mereka Belarusia.

Berbicara pada Minggu (9/10), ketua Komite Perbatasan Negara Belarus Anatoly Lappo mengatakan bahwa pasukan Ukraina telah menghancurkan hampir semua jembatan dan memasang ranjau di sepanjang perbatasan dengan Belarus.

"Hari ini, hampir semua jembatan perbatasan telah diledakkan. Rute perbatasan mobil dan kereta api terhenti," kata Lappo kepada Belarusian TV, seperti dikutip dari RT, Senin (10/10).

"Pasukan Ukraina telah membentengi perbatasan sejauh mereka menempatkan ranjau anti-tank di tiga baris di jalan," ujarnya.

Lappo kemudian mengklaim bahwa serangan Kyiv ke wilayah perbatasan adalah sesuatu yang sudah direncanakan.

"Kami berada di bawah tekanan, mereka membidik penjaga perbatasan kami, terkadang mereka menembak ke udara, pengintaian udara terus-menerus dilakukan,” katanya.

Sehari sebelum berita itu tersiar, Kementerian Luar Negeri Ukraina mengklaim bahwa duta besarnya untuk Belarusia dipanggil ke Kementerian Luar Negeri Belarusia dan menyerahkan catatan resmi yang mengatakan bahwa Ukraina berencana untuk melakukan serangan di wilayah Belarus.

Kementerian Luar Negeri Ukraina mengatakan bahwa mereka dengan tegas menolak tuduhan itu, menambahkan bahwa itu bisa menjadi bagian dari rencana Rusia untuk melakukan provokasi dan lebih lanjut menuduh Kyiv.

Awal pekan ini, Presiden Belarusia Aleksandr Lukashenko menuduh Ukraina mengumpulkan puluhan ribu tentara di dekat perbatasan.

Dengan semakin meningkatnya ketegangan di sepanjang perbatasan, Kementerian Pertahanan Belarusia menyatakan bahwa pihaknya memiliki kapasitas untuk menurunkan 500.000 pasukan terlatih seandainya diperlukan. rmol news logo article

EDITOR: RENI ERINA

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA