Pejabat Angkatan Udara India mengatakan MiG-21 memang telah lama pensiun dan harus diganti sebelum dilarang terbang, seperti dimuat
The Times of India, Minggu (31/7).
Sementara itu, pejabat senior di Kementerian Pertahanan enggan mengonfirmasi hal tersebut. Alih-alih, ia mengatakan diskusi mengenai masa depan MiG-21 masih dilakukan, karena sumber suku cadang dari Rusia semakin sulit karena perang di Ukraina.
Pada Kamis (28/7), pesawat MiG-21 Bison milik Angkatan Udara India terlibat kecelakaan di Rajasthan. Itu menjadi kecelakaan keenam yang melibatkan MiG-21 sejak tahun lalu.
Pada 2012, Menteri Pertahanan saat itu, A.K. Antony, mengatakan kepada parlemen bahwa lebih dari setengah dari 872 unit MiG-21 milik India telah hilang karena kecelakaan selama empat dekade sebelumnya.
Menurut
WION, saat ini Angkatan Udara India memiliki sekitar 70 MiG-21.
MiG-21 telah menjadi jet tempur utama negara itu sejak diperkenalkan pada tahun 1963. Dijuluki sebagai "peti mati terbang", jet ini telah terlibat banyak kecelakaan.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: