Pengunjuk rasa menuntut diakhirinya misi perdamaian, sembari memblokir jalan-jalan di kota dengan batu dan kerikil.
Dari laporan
Reuters pada Senin (25/7), para pengunjuk rasa mengobrak-abrik kantor dan membakar ban di gerbang kantor tersebut.
"Salah satu kantor kami diserang oleh pengunjuk rasa pagi ini. Mereka memasuki salah satu pangkalan kami dan menjarah peralatan. Mereka berhasil memasuki beberapa kantor, kami jelas sangat terkejut dengan ini," kata jurubicara MONUSCO.
Kepala MONUSCO Khassim Diagne mengecam serangan tersebut dan menyebutnya sebagai tindakan yang tidak dapat diterima dan kontradiktif dengan mandat misi perdamaian PBB.
Jurubicara pemerintah Kongo, Patric Muyaya mengutuk keras segala bentuk kekerasan terhadap personel dan fasilitas PBB. Pihaknya juga menjamin para pelaku akan segera diadili dan menerima hukuman berat.
Protes itu diserukan oleh faksi sayap pemuda partai berkuasa UDPS Presiden Felix Tshisekedi yang menuntut penarikan segera pasukan penjaga perdamaian PBB karena ketidakefektifan mereka mengemban misi perdamaian di Kongo.
Ketegangan di Wilayah Timur Kongo kerap terjadi akibat bentrokan antara tentara Kongo dan kelompok pemberontak M23 yang telah membuat ribuan orang mengungsi.
Menurut laporan Human Rights Watch, kelompok pemberontak M23 telah membunuh sedikitnya 29 warga sipil sejak pertengahan Juni di daerah-daerah di bawah kendali mereka.
BERITA TERKAIT: