Seorang pejabat senior pemerintahan AS mengungkap, Biden tidak memiliki rencana untuk mengupayakan kembalinya proses perdamaian Palestina-Israel yang terhenti.
Alih-alih, ia hanya akan menyuarakan kembali dukungan terhadap solusi dua negara demi mengakhiri konflik, dan mengumumkan paket bantuan bagi Palestina.
"(Ada) kenyataan praktis di lapangan yang sangat kami perhatikan sehingga kami tidak datang dengan rencana
top-down, tetapi kami selalu mengatakan bahwa jika para pihak siap untuk berbicara, kami akan melakukannya," ujar pejabat tersebut, seperti dikutip
Reuters.
Pada Jumat (15/7), Biden akan mengunjungi Tepi Barat. Ia diperkirakan akan bertemu dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas di Betlehem, sebelum berangkat ke Arab Saudi untuk melanjutkan turnya.
Sehari sebelumnya, pada Kamis (14/7), Biden dan Perdana Menteri Israel Yair Lapid mengumumkan memperdalam hubungan keamanan lewat "Deklarasi Yerusalem".
Para pemimpin Palestina menyebut pemerintahan Biden memprioritaskan Israel di atas kepentingan mereka.
Sementara itu, pejabat pemerintahan Biden telah menolak tuduhan Palestina tidak bertindak. Alih-alih, mereka menyalahkan pemerintahan Donald Trump yang telah memutus pendanaan untuk Palestina dan membekukan diplomatik.
BERITA TERKAIT: