Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan, sebanyak 1,02 juta orang, termasuk 120 ribu orang yang berada di Donetsk dan Luhansk.
Dalam komentarnya yang dikutip
Reuters, Lavrov mengatakan 2,8 juta orang di Ukraina telah meminta untuk dievakuasi ke Rusia.
Upaya untuk mengevakuasi warga sipil dari beberapa daerah garis depan, termasuk pelabuhan selatan Mariupol yang terkepung, telah berulang kali gagal, dengan masing-masing pihak saling menyalahkan.
Ia juga mendesak agar Amerika Serikat (AS) dan NATO berhenti mengirim senjata ke Ukraina.
"Dengan secara terbuka menyatakan dukungan untuk rezim Kyiv, negara-negara NATO melakukan segalanya untuk mencegah berakhirnya operasi melalui perjanjian politik," kata Lavrov.
Selama ini, Ukraina menyebut Moskow telah dengan paksa mendeportasi ribuan orang ke Rusia.
Menurut data dari PBB, lebih dari 5,4 juta orang telah meninggalkan Ukraina sejak awal invasi. Moskow menyebutnya sebagai "operasi khusus" untuk demiliterisasi dan "denazifikasi" tetangganya. Ukraina dan Barat mengatakan Rusia melancarkan perang agresi yang tidak beralasan.
BERITA TERKAIT: