Kepala Institut Gas Alam Turkmenistan, Bayrammyrat Pirniyazov mengatakan para ilmuwan sedang mempelajari struktur geologis kawah, dengan bekerja sama dengan para ilmuwan dari Belarus dan Slovenia.
Berbicara dalam pidatonya di forum investasi internasional yang dikutip
Anadolu Agency pada Senin (11/4), Pirniyazov menuturkan, selama kawah tersebut terbakar, sejumlah besar gas alam terus mengalir, dan merusak lingkungan.
Di samping itu, ia juga mengungkap adanya tawaran dari luar negeri untuk menutup kawah.
Presiden Bank Eropa untuk Rekonstruksi dan Pembangunan, Odile Renaud-Basso, mengatakan organisasinya siap bekerja sama dengan Turkmenistan untuk mengurangi emisi gas berbahaya ke atmosfer dan menghentikan kebocoran gas di kawah.
Kawah gas Darvaza ditemukan dalam penggalian yang dilakukan pada 1970-an selama periode Uni Soviet. Kawah ini memiliki lebar 60 meter dan kedalaman 20 meter. Kawah telah terbakar selama 50 tahun terakhir karena gas alam yang dikandungnya.
Gas yang keluar dari kawah yang terbentuk setelah runtuhnya tanah dibakar karena merusak lingkungan dan ruang hidup di sekitar daerah tersebut.