Panglima Angkatan Darat India Jenderal MM Naravane menggarisbawahi bahwa perang dapat terjadi kapan saja, dan perang antara Rusia dan negara Eropa timur itu terjadi dalam ranah fisik.
"Apakah perang dilakukan di dunia maya atau melalui ruangan ber-AC?" Dia bertanya secara retoris, ketika diwawancarai media, seperti dikutip dati Timesnow.
Kemudian ia menegaskan lagi bahwa perang yang sedang berlangsung terjadi secara fisik dan di lapangan. Mengingatkan prinsip dasar keamanan, bahwa setiap negara harus memiliki sistem senjatanya sendiri,
“Itu sebabnya kita harus siap secara operasional, siap dengan senjata pribumi, senjata asli khas negeri sendiri, untuk berperang di masa depan. Karena di masa depan, perang akan dilakukan dengan sistem persenjataan masing-masing negara," katanya.
“Ada banyak pelajaran yang dapat dipetik dari perang Ukraina-Rusia yang sedang berlangsung. Krisis menunjukkan bahwa perang dapat terjadi kapan saja dan kita harus tetap siap menghadapinya. Perang tidak hanya bersifat non-kinetik, tetap juga bersifat fisik," kata Naravane.
Komentar Naravane muncul setelah mobilisasi pasukan besar-besaran baik dari Ukraina maupun Rusia. Pasukan Rusia menerima perlawanan keras dari pasukan Ukraina di lapangan dalam perang yang tampak konvensional. Memaksa Moskow untuk mengandalkan sistem senjata dan senjatanya sendiri.
BERITA TERKAIT: