Dalam cuitan di akun Twitternya usai melakukan diskusi, Rutte mengatakan bahwa dia dan Zelensky membahas dugaan adanya kejahatan perang yang dilakukan militer Rusia.
"Semakin banyak warga sipil Ukraina dan sasaran sipil yang terkena," kata Rutte di Twitter, seperti dikutip dari NL Times, Kamis (3/3).
Dikatakan bahwa Belanda mengeluarkan 100 juta euro untuk mulai mengumpulkan bukti di Ukraina. Sebuah komisi PBB pada akhirnya akan menyelidiki situasi tersebut.
Sebelumnya Kiev menuduh Rusia melakukan kejahatan sistematis terhadap penduduk sipil. Ini termasuk tuduhan bahwa angkatan bersenjata Rusia menggunakan munisi tandan dan menembaki rumah-rumah penduduk.
Selain penyelidikan dugaan kejahatan perang, Belanda juga sedang mempertimbangkan untuk mengirim lebih banyak senjata dan bantuan militer lainnya ke Ukraina.
Hingga saat ini Belanda sudah mengirimkan negara senapan sniper , peralatan radar, rudal anti-pesawat, senjata anti-tank, helm, dan rompi fragmentasi.
"Mayoritas sumber daya ini telah dikirim ke angkatan bersenjata Ukraina," kata Kementerian Pertahanan Belanda.
BERITA TERKAIT: