Kementerian Transportasi dan Penerbangan Sipil Afghanistan pada Rabu (2/2) mengatakan, maskapai penerbangan Afghanistan dan Qatar akan melakukan penerbangan rute Doha-Kabul setiap pekan.
"Imarah Islam dan Qatar membuat kesepakatan untuk memulai penerbangan antara Kabul-Doha. Maskapai penerbangan Afghanistan akan melakukan penerbangan ke Doha, dan maskapai Qatar akan terbang ke Kabul," kata jurubicara kementerian, Imamuddin Ahmadi, seperti dikutip
TOLO News.
Menurut para ahli, dimulainya penerbangan antara Kabul dan Doha akan meningkatkan industri penerbangan Afghanistan.
Ekonom Sayed Masoud juga menilai kesepakatan tersebut merupakan langkah besar bagi penerbangan Afghanistan.
Dengan kesepakatan tersebut, mantan kepala Otoritas Penerbangan Sipil Afghanistan (ACAA) Mohammad Qassim Wafayizada mengatakan tiket penerbangan antara Kabul dan Qatar akan lebih murah.
“Ini dapat membantu karena Afghanistan bergantung pada dua pusat transit utamanya seperti Turki dan UEA (Uni Emirat Arab) untuk penerbangan. Qatar Airways adalah maskapai penerbangan terkenal yang diizinkan terbang ke 173 tujuan,†kata Wafayizada.
Kabul dan Doha menandatangani perjanjian kerjasama penerbangan udara bilateral pada tahun 2005, tetapi karena masalah politik penerbangan langsung antara kedua negara tidak terjadi.
Pada Selasa (1/2), Qatar dan Taliban juga seuju untuk melanjutkan penerbangan evakuasi carteran dari bandara Kabul setelah pembicaraan antara kedua belah pihak.
BERITA TERKAIT: