Komandan Laksamana Karl Schultz mengatakan, meski jumlahnya tidak besar, namun pengerahan Pasukan Penjaga Pantai AS di wilayah tersebut memiliki kontribusi yang signifikan.
Sebagai contoh, Schultz menyoroti penempatan USCGC Munro selama tiga bulan di Indo-Pasifik pada Oktober lalu. Kemudian melakukan transit di Selat Taiwan, dan melakukan pengeboran bersama Angkatan Laut Australia.
"Orang China cukup 'bersemangat' ketika Penjaga Pantai di sana berlatih dengan orang Taiwan. Ada tempat untuk menggerakkan jarum," ujarnya, seperti dikutip
Business Insider.
Secara teknis, militer dan Penjaga Pantai AS dilarang menempatkan pasukan di wilayah Taiwan atau melakukan latihan dengan militer pulau itu di bawah perjanjian China-AS yang dicapai pada 1970-an dan awal 1980-an.
Tetapi pada tahun lalu, terungkap bahwa "sejumlah kecil" tentara AS telah ditempatkan secara ilegal di Taiwan setidaknya sejak 2008, dengan lebih dari 600 personel mengunjungi pulau itu selama dua tahun terakhir.
Kedekatan antara AS dan Taiwan ini juga yang meningkatkan ketegangan antara Washington dan Beijing. China selama ini menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya.
BERITA TERKAIT: