Hal itu disampaikan Veran di hadapan anggota parlemen Majelis Nasional pada Selasa (14/12) waktu setempat, di tengah peringatan para ahli kesehatan yang memprediksi bahwa Prancis akan memasuki gelombang keenam pada Januari 2022.
“Tampaknya kita telah mencapai puncak epidemi di negara kita, puncak yang sangat tinggi, 50.000 kontaminasi per hari sekarang. Ini adalah yang tertinggi yang kami alami sejak awal pandemi," kata Veran, seperti dikutip dari
AFP, Rabu (15/12).
Veran mengatakan krisis kesehatan negara itu kemungkinan akan memburuk dengan meningkatnya penerimaan rumah sakit dalam dua minggu ke depan.
Pernyataan keprihatinannya muncul di tengah ditemukannya kasus varian omicron yang dianggap sangat menular.
Berbicara kepada berita
FranceInfo, juru bicara pemerintah Gabriel Attal mengkonfirmasi bahwa 133 kasus varian telah diidentifikasi sejauh ini dan mungkin ada lebih banyak lagi.
Para ahli percaya bahwa Prancis dapat mengalami situasi serupa dalam beberapa minggu.
Martin Hirsch, Direktur Jenderal Bantuan Publik Rumah Sakit Paris, mengatakan dalam sebuah wawancara dengan berita RTL bahwa gelombang epidemi keenam akan dimulai pada Januari.
"Meskipun tingkat vaksinasi tinggi, orang harus menjaga kewaspadaan selama pertemuan keluarga dan pertemuan untuk musim liburan dan perayaan Tahun Baru karena jika tidak, rumah sakit akan menjadi terlalu jenuh," katanya memperingatkan.
Sementara Jean-Louis Teboul, kepala pengobatan intensif di unit perawatan intensif Rumah Sakit Bicetre di wilayah Paris, juga berbicara tentang keprihatinan memasuki Januari.
"Suntikan booster ketiga mungkin akan melindungi banyak orang dari amplitudo gelombang tambahan yang mungkin terjadi pada bulan Januari," katanya di salah satu stasiun televisi Prancis.
BERITA TERKAIT: