Bahkan, laporan terbaru Organisasi Kesehatan Dunia dan Bank Dunia yang dirilis pada Minggu (12/12) menyebutkan bahwa pandemi telah mendorong lebih dari setengah miliar orang ke dalam kemiskinan ekstrem, sebuah bencana ekonomi terburuk sejak 1930-an.
Temuan tersebut terkandung dalam dua laporan yang diterbitkan pada Hari Cakupan Kesehatan Universal, yang menggambarkan dampak bencana Covid-19 pada kemampuan orang untuk mendapatkan dan membayar perawatan kesehatan.
"Pandemi memicu krisis ekonomi terburuk sejak 1930-an, sehingga semakin sulit bagi orang untuk membayar perawatan," kata WHO, seperti dikutip dari
Anadolu Agency, Senin (13/12).
Sementara Direktur Jenderal WHO Tedros Ghebreyesus mendesak seluruh pemerintahan untuk segera melanjutkan dan mempercepat upaya untuk memastikan setiap warganya dapat mengakses layanan kesehatan tanpa takut akan konsekuensi finansial.
"Ini berarti memperkuat pengeluaran publik untuk kesehatan dan dukungan sosial dan meningkatkan fokus mereka pada sistem perawatan kesehatan primer yang dapat memberikan perawatan penting di dekat rumah," katanya.
Laporan WHO dan Bank Dunia yang baru memperingatkan bahwa kesulitan keuangan kemungkinan akan menjadi lebih parah karena kemiskinan meningkat, pendapatan turun, dan pemerintah menghadapi kendala fiskal yang lebih ketat.
"Bahkan sebelum pandemi Covid-19 melanda, hampir 1 miliar orang menghabiskan lebih dari 10 persen anggaran rumah tangga mereka untuk kesehatan," kata Juan Pablo Uribe, direktur kesehatan, nutrisi, dan populasi Bank Dunia.
"Ini tidak dapat diterima, terutama karena orang-orang termiskin paling terpukul. Dalam ruang fiskal yang terbatas, pemerintah harus membuat pilihan sulit untuk melindungi dan meningkatkan anggaran kesehatan," katanya.
BERITA TERKAIT: