Pengambilalihan Saham Whoosh Ditargetkan Rampung September

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/alifia-dwi-ramandhita-1'>ALIFIA DWI RAMANDHITA</a>
LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA
  • Rabu, 05 Agustus 2026, 18:28 WIB
Pengambilalihan Saham Whoosh Ditargetkan Rampung September
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa dan Kepala BP BUMN Dony Oskaria. (Foto: RMOL/Alifia Dwi)
Kecil Besar
rmol news logo Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menargetkan proses pengambilalihan seluruh saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) Whoosh oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) rampung pada pertengahan September 2026.

Hal itu disampaikan Purbaya usai bertemu Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu 5 Agustus 2026.

"Tadi pembahasan yang pertama adalah Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung ini akan diserahkan dari Danantara, kasih ke Kementerian Keuangan. Prosesnya akan kita percepat, mungkin pertengahan September akan clear," kata Purbaya kepada wartawan.

Purbaya mengungkapkan, pengelolaan saham tersebut nantinya akan dilakukan oleh dua lembaga Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kementerian Keuangan. Namun, ia belum mau mengungkapkan identitas kedua SMV tersebut.

"Ada dua, pokoknya cukup, uangnya cukup," kata Purbaya.

Ia juga memastikan pengambilalihan saham KCIC dari Danantara itu tidak akan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Jadi enggak langsung jadi tanggung jawab APBN. Jadi walaupun dikelola oleh pemerintah, tidak akan membebani APBN," kata Purbaya.

Adapun pengambilaihan ini sekaligus untuk mempercepat penyelesaian restrukturisasi utang KCIC.

Untuk diketahui seluruh saham BUMN saat ini berada di bawah PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI). PSBI merupakan konsorsium yang beranggotakan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), PT Jasa Marga (Persero) Tbk, dan PT Perkebunan Nusantara VIII (Persero) atau PTPN VIII. 

Konsorsium tersebut menguasai 60 persen saham KCIC, sementara 40 persen sisanya dimiliki konsorsium China, Beijing Yawan HSR Co. Ltd.rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA