Dikutip dari majalah
Le Canard Enchaine,
MailOnline melaporkan, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengejek Perdana Menteri Inggris Boris Johnson pada pekan lalu.
Setelah mengadakan percakapan telepon dengan Johnson ketika mengunjungi Kroasia, Macron membahas tragedi 27 migran yang tenggelam ketika mencoba mencapai pantai Inggris.
Macron sendiri berpendapat, ketika Inggris berpisah dengan Uni Eropa, Johnson menyadari bahwa situasinya adalah bencana besar bagi Inggris.
"Dia memposisikan dirinya sebagai korban, dia menjadikan Prancis kambing hitam, dia mencoba mengubah setiap situasi yang sederhana menjadi masalah yang kompleks. Kami telah berada dalam situasi ini sejak Maret," kata Macron.
Buktinya, Macron mengatakan Johnson telah mengadopsi pendekatan "perang sosis, memancing, dan urusan kapal selam" dengan Prancis.
Menurut Macron, Johnson secara pribadi mengaku menyesal melakukan hal tersebut pada Prancis, tetapi ia juga mengakui bahwa itu semua ia lakukan untuk menanggapi opini publik.
"Sangat menyedihkan melihat negara yang hebat, yang dengannya kita bisa melakukan banyak hal, dipimpin oleh seorang badut," sindir Macron.
"Johnson memiliki sikap yang tidak berguna," pungkasnya.
BERITA TERKAIT: