Hal itu disampaikan Sakaliene dalam sebuah cuitan di akun Twitternya pada Selasa (30/11).
“Saya dan Tsai adalah dua wanita yang diberi sanksi oleh China karena mencintai kebebasan dan menentang komunisme,†cuitnya seperti dikutip dari
Taiwan News, Rabu (1/12).
Perwakilan Lithuania itu juga berbagi bahwa dia telah memberi presiden sebuah karya seni berupa ‘Pohon Solidaritas’ yang dibuat oleh seorang seniman Lithuania. Dia juga menambahkan bahwa dirinya bangga menjadi bagian dari delegasi negara Baltik, yang berada di Taiwan untuk menghadiri Forum Parlemen Terbuka 2021 pada Kamis dan Jumat (2-3 Desember).
Ketika Sakaliene tiba di Taiwan, dia mengatakan bahwa dia merasa terhormat berada di antara mereka yang masuk daftar hitam oleh China menyusul sanksi Uni Eropa terhadap pejabat China atas pelanggaran hak asasi manusia di Xinjiang.
Rekan-rekannya di delegasi Lithuania sempat melemparkan lelucon bahwa lebih banyak dari mereka mungkin dilarang memasuki China setelah berkunjung ke Taiwan.
Setelah China memanggil duta besarnya dari Lituania sebagai hukuman bagi negara Baltik yang mengizinkan Taiwan mendirikan kantor perwakilan dengan kata ‘Taiwan’ termasuk dalam namanya, anggota parlemen itu mentweet , “Kami tidak menyesal memutuskan untuk membuka kantor perwakilan Taiwan di Vilnius.â€