Kelompok yang dipimpin oleh Matas Maldeikis, seorang anggota parlemen Lituania dan kritikus yang dikenal terang-terangan terhadap China, mendarat di Bandara Internasional Taoyuan Taiwan sekitar pukul 06:18.
Maldeikis mengatakan di bandara bahwa dia mengharapkan perjalanan tersebut meningkatkan pemahaman antara Taiwan dan Lithuania setelah kerja sama antara kedua belah pihak menghasilkan langkah maju yang besar tahun lalu.
“Perjalanan ini akan menjadi langkah lain dalam memahami satu sama lain karena kita menghadapi tantangan yang sama,†katanya, seperti dikutip dari Taipei Times, Senin (29/11).
Anggota parlemen Lithuania Dovile Sakaliene, yang termasuk dalam delegasi mengatakan bahwa perjalanannya dia ke Taiwan menjadi inspirasi, karena katanya, Lithuania tahu bagaimana rasanya bertetangga rezim otoriter besar, merujuk pada China dan Rusia.
Untuk diketahui, negara Baltik itu berada di dekat Rusia, sementara Taiwan berada tepat di seberang Selat dari China.
Sakaliene juga mengatakan bahwa larangan perjalanan yang dikeluarkan oleh Beijing karena kritis terhadap rezim komunis China kepadanya sebagai sebuah 'lencana kehormatan'.
"Semua anggota delegasi bercanda bahwa mereka akan segera bergabung dalam daftar," katanya.
"Taiwan adalah teman penting bagi Lithuania dan Vilnius akan melanjutkan persahabatan ini," ujar Sakaliene.
Delegasi Lithuania akan bergabung dengan anggota parlemen lainnya dari Belize, Estonia, Latvia dan Meksiko pada Forum Parlemen Terbuka tahun ini, yang akan digelar pada Rabu dan Kamis (1 dan 2 Desember), untuk membahas promosi demokrasi dan parlemen terbuka.
Selama di Taiwan, mereka akan bertemu dengan Presiden Tsai Ing-wen, Perdana Menteri Su Tseng-chang dan Ketua Legislatif You Si-kun. Setelahnya mereka akan menghadiri makan malam yang diselenggarakan oleh Menteri Luar Negeri Joseph Wu.
BERITA TERKAIT: