Pada Selasa (6/7) saja, Tunisia mencatat 9.823 kasus baru Covid-19, dengan 134 kematian.
Kementerian Kesehatan pada Kamis (8/7) mengatakan, sistem kesehatan Tunisia telah kolaps menghadapi bencana pandemi Covid-19.
Selama dua pekan terakhir, terjadi peningkatan pasien Covid-19 secara signifikan di seluruh rumah sakit.
"Kami berada dalam situasi bencana. Sistem kesehatan runtuh, kami sulit mendapat tempat tidur di rumah sakit," ujar jurubicara Kementerian Kesehatan Nisaf Ben Alaya, seperti dikutip
Al Jazeera.
Bagaikan "perahu yang sedang tenggelam", ia mengatakan, Tunisia akan menghadapi situasi yang semakin buruk jika tidak ada upaya yang dilakukan.
“Kami berjuang untuk menyediakan oksigen… Dokter menderita kelelahan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Situasi kesehatan akan semakin buruk jika tidak ada upaya bersatu,†imbaunya.
Saat ini, beberapa jenazah korban Covid-19 telah dibiarkan terbaring di kamar di sebelah pasien lain hingga 24 jam karena tidak ada cukup staf untuk mengatur pemindahan mereka ke kamar mayat.
Di Facebook, Kementerian Kesehatan mengaku rumah sakit lapangan khusus yang didirikan beberapa bulan terakhir tidak lagi cukup menampung pasien.
Sejak 20 Juni, pihak berwenang telah memberlakukan lockdown total di enam wilayah, termasuk Kairouan. Sementara ibukota Tunis telah diterapkan lockdown parsial sejak pekan lalu.
Negara-negara Afrika telah mengalami lonjakan kasus Covid-19 sejak dihantam gelombang ketiga pada Mei. Setidaknya 16 negara Afrika menghadapi situasi serius karena kemunculan virus corona varian Delta.
Di tengah lonjakan kasus, tingkat vaksinasi di Afrika sangat lambat. Hanya 2 persen dari total populasi yang telah divaksinasi penuh. Di seluruh Tunisia sendiri, hanya 4 persen dari populasi yang telah menerima dua dosis vaksin penuh.
BERITA TERKAIT: