WHO: Wabah Ebola Di Guinea Berakhir

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/sarah-meiliana-gunawan-1'>SARAH MEILIANA GUNAWAN</a>
LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN
  • Minggu, 20 Juni 2021, 12:29 WIB
WHO: Wabah Ebola Di Guinea Berakhir
Ilustrasi/Net
rmol news logo Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengumumkan berakhirnya wabah Ebola di Guinea.

"Saya mendapat kehormatan untuk mengumumkan berakhirnya Ebola di Guinea," kata pejabat WHO Alfred Ki-Zerbo dalam sebuah upacara di Nzerekore pada Sabtu (19/6).

Dalam pernyataan bersama antara Kementerian Kesehatan Guinea dan WHO, wabah Ebola telah menginfeksi 16 orang dengan 12 orang meninggal dunia.

"Atas nama kepala negara (Presiden Alpha Conde), saya ingin menyatakan berakhirnya kebangkitan Ebola di Guinea," ujar Menteri Kesehatan Remy Lamah, seperti dikutip Al Jazeera.

WHO telah mengatasi kebangkitan Ebola di Guinea dan Republik Demokratik Kongo.

Menurut Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, berdasarkan pengalaman wabah tahun 2014 hingga 2016, Guinea berhasil mengendalikan wabah dan mencegah penyebarannya di luar perbatasan.

Pada Februari, Guinea meluncurkan upaya vaksinasi untuk menghentikan penyebaran penyakit tersebut.

"Kami berhasil dengan sangat cepat untuk membuahkan upaya seputar vaksinasi Ebola dan menahan penularan menggunakan pendekatan diagnostik yang sangat efektif," jelas ilmuwan dan ahli virus Sterghios Moschos.

Di antara pendekatan ini, Moschos menjelaskan, adalah penerapan skema vaksinasi cincin yang memungkinkan orang, yang berada di sekitar individu yang terinfeksi Ebola, divaksinasi dengan sangat cepat dan dilindungi dengan kemanjuran 100 persen.

Ia menjelaskan, dana yang disediakan oleh masyarakat internasional sebagai tanggapan terhadap wabah sebelumnya juga memainkan peran penting dalam mengatasi krisis Ebola tahun ini.

Pada 2014 hingga 2016, wabah Ebola menewaskan 11.300 orang, mayoritas di Guinea, Sierra Leone, dan Liberia.

Ebola menyebabkan demam parah dan, dalam kasus terburuk, pendarahan tak terbendung. Ini ditularkan melalui kontak dekat dengan cairan tubuh, dan orang-orang yang tinggal dengan atau merawat pasien Ebola paling berisiko. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA