Motegi mengatakan, bahwa kapal pukat Jepang berlayar di di zona ekonomi eksklusif negara itu, sehingga tidak semestinya ditahan oleh layanan patroli perbatasan Rusia.
"Kami menolak protes dari pihak Rusia, kami menolaknya dan menuntut agar kapal dan awaknya segera dibebaskan," kata Motegi, yang meyakini bahwa kapal Jepang sama sekali tidak melanggar batas zona.
Pada Kamis (3/5), Kementerian Luar Negeri Rusia menginformasikan bahwa mereka telah mengeluarkan protes tegas atas insiden Eiho Maru No. 172 kepada Kedutaan Jepang.
Badan diplomatik Rusia menekankan bahwa kapal itu ditemukan oleh petugas kontrol perbatasan Rusia di zona ekonomi eksklusif Rusia dekat pantai Sakhalin. Kapal itu tidak menggubris saat petugas patroli memberi peringatan dan malah terlihat akan melarikan diri saat akan ditangkap.
Sebuah koperasi perikanan yang berbasis di Wakkanai, tempat Eiho Maru berada, membantah klaim tersebut, dengan mengatakan data navigasi menunjukkan kapal pukat itu beroperasi di ZEE Jepang, seeprti dilaporkan
Japan Today, Jumat (4/5)
Ia juga mengklaim bahwa petugas patroli menembakkan gas airmata saat berusaha menahan awak kapal.
Otoritas perbatasan Rusia mengatakan bahwa itu adalah tembakan peringatan, ditembakkan untuk menghentikan kapal saat berusaha melarikan diri dari salah satu kapal patroli.
Insiden itu terjadi beberapa hari setelah kapal nelayan Jepang lainnya bertabrakan dengan kapal Rusia dan terbalik di Hokkaido, menyebabkan tiga awak tewas.
BERITA TERKAIT: