Sebuah pertemuan virtual bertajuk "The Enlarged Meeting" digelar untuk menghidupkan kembali kampanye dukungan reunifikasi Korea pada Senin (31/5).
Pertemuan dihadiri oleh mantan Perdana Menteri Nepal sekaligus Ketua Nepal Committe to Promote Reunification of Korea Madhav Kumar, Pendiri Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Korea Utara Rachmawati Soekarnoputri, dan Ketua All India-Korea Frienship Association Atul Kumar Anjan.
Hadir pula Peter Woods dari Australia-DPRK Friendship and Cultural Society, Ketua Japanese Committe for Supporting the Independent and Peacful Reunification of Korea Himori Fumihiro, Presiden Philippine-Korea Solidarity and Friendship Society (PKSFS) Rafael V. Mariano, serta sejumlah perwakilan dari Nepal, Australia, Selandia Baru, Indonesia, dan negara-nagara lainnya.
Pertemuan tersebut membahas situasi politik di Semenanjung Korea yang selalu berubah dalam lima tahun terakhir, serta meninjau kerja dan kegiatan APRCPRK dalam mencapai tujuan mendukung reunifikasi dan persatuan nasional Korea.
Dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, para peserta pertemuan sepakat bahwa reunifikasi Korea merupakan masalah internal bangsa Korea. Mereka juga mengakui bahwa reunifikasi harus dicapai secara independen, damai, dan tanpa campur tangan asing.
Sebagai koalisi yang dibentuk untuk mendukung tujuan tersebut, APRCPRK akan mengoordinasikan tindakan dengan semua kekuatan di Semenanjung Korea.
Pertemuan tersebut juga menghasilkan konstitusi baru untuk APRCPRK dan perombakan struktur organisasi. Itu dilakukan agar APRCPRK bisa lebih aktif dan hidup.
Para peserta telah sepakat untuk memilih wakil ketua dan membentuk Biro Eksekutif sebagai badan utama APRCPRK. Diputuskan juga gelar Keanggotaan Seumur Hidup kepada tokoh-tokoh yang memiliki jasa terhadap reunifikasi Korea.
Pertemuan menetapkan 25 Juni hingga 27 Juli setiap tahunnya sebagai Bulan Solidaritas Bersama Rakyat Korea".
BERITA TERKAIT: