Lewat pernyataan yang dirilis pada Minggu (30/5), pemerintah Vietnam mengumumkan tindakan jarak sosial mulai 31 Mei untuk menghentikan penyebaran Covid-19.
"Semua acara yang mengumpulkan lebih dari 10 orang di depan umum dilarang di seluruh kota, tetapi kota sedang mempertimbangkan untuk menurunkan jumlah orang menjadi hanya 5," ujar pemerintah, seperti dikutip
CNA.
Ho Chi Minh City mengalami lonjakan kasus Covid-19. Sebuah klaster keagamaan terkait dengan 125 infeksi virus corona.
Distrik Go Vap, tempat Misi Revival Ekklesia berada, akan berada di bawah pembatasan penuh, dan orang-orang di sana tidak akan diizinkan keluar jika tidak perlu.
Pada Jumat (28/5), Ho Chi Minh City menutup toko, restoran dan layanan lainnya, serta menangguhkan kegiatan keagamaan sampai pemberitahuan lebih lanjut.
Sementara lansia berusia di atas 60 tahun didorong untuk tetap tinggal di rumah.
Setelah berhasil menahan Covid-19 hampir sepanjang tahun lalu, Vietnam sekarang berjuang melawan wabah yang menyebar lebih cepat.
Menteri Kesehatan Nguyen Thanh Long mengatakan Vietnam telah mendeteksi varian baru dari virus corona, campuran strain dari India dan Inggris yang menyebar dengan cepat melalui udara.
Hampir 3.600 orang telah terinfeksi di 31 dari 63 kota dan provinsi sejak akhir April. Totalnya, Vietnam sudah mencatat 6.396 kasus Covid-19 dengan 47 kematian.
BERITA TERKAIT: