Lukashenko Ungkap Tokoh Oposisi Protasevich Merencanakan 'Kudeta Berdarah' Di Belarusia

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Kamis, 27 Mei 2021, 06:09 WIB
Lukashenko Ungkap Tokoh Oposisi Protasevich Merencanakan 'Kudeta Berdarah' Di Belarusia
Aleksandr Lukashenko/Net
rmol news logo Presiden Aleksandr Lukashenko mengatakan bahwa Roman Protasevich bersama kaki tangannya telah merencanakan pembantaian dan kudeta berdarah di Belarus.

Saat ini, peemrintahan Belarusia tengah menyelidiki terus untuk siapa Protasevich bekerja dan siapa yang membayarnya.

"(Protasevich) seorang ekstremis, dan kaki tangannya telah melakukan upaya kudeta. Jadi, biarkan 'majikan' Baratnya menjawab pertanyaan ini: Untuk dinas intelijen manakah orang ini bekerja? Bukan hanya dia tetapi juga komplotannya," kata Lukashenko pada Rabu (26/5)

"Para pendukung Barat ini harus menjawab satu pertanyaan lagi: Siapa yang membayarnya atas perannya dalam perang di Donbass? Mungkin, mereka paling takut akan hal ini. Jadi mereka membuat keributan.  Fakta-fakta ini terkenal tidak hanya di sini, tetapi juga pada (negara-negara) persaudaraan Rusia. Nah, di sini, di Belarusia, dia dan kaki tangannya juga merencanakan pembantaian dan kudeta berdarah," sambung Lukashenko, seperti dikutip oleh surat kabar Belarus Segodnya.

Lukashenko menjelaskan bahwa sesuai dengan undang-undang, orang macam Protasevich telah dimasukkan dalam daftar teroris, dan organisasinya diakui sebagai ekstremis.

"Dia adalah warga Belarusia dan kami berhak menahannya (atas segala apa yang diperbuatnya). Siapa yang tidak mengetahui hal ini? Ini adalah hak kedaulatan kami untuk melakukannya," kata Lukashenko lagi.

Pada Minggu (23/5) pesawat Ryanair menuju Vilnius yang lepas landas dari Athena terpaksa melakukan pendaratan darurat di Bandara Internasional Minsk setelah adanya ancaman bom yang dilaporkan.

Sebuah jet Mikoyan MiG-29 diacak untuk mengawal pesawat tersebut.

Stelah diperiksa, tidak ada bahan peledak yang ditemukan. Komite Investigasi Belarusia memasukkan kasus kriminal ini ke dalam hoax bom.

Aparat kemudian mendapati bahwa Protasevich, tokoh oposisi yang paling dicari di Belarusia terkait segala gerakannya, berada di dalam pesawat tersebut. Tahun lalu, ia didakwa karena telah mengatur kerusuhan massal dan tindakan kelompok yang sangat melanggar ketertiban umum.

Pembangkang berusia 26 tahun itu sedang melakukan perjalanan dengan penerbangan Ryanair 4978 dari Athena. Pesawat yang dinaikinya itu akhirnya melakukan pendaratan darurat.

Protasevich kemudian ditahan bersama warga negara Rusia Sofia Sapega.  Penerbangan kemudian dilanjutkan kembali ke tujuan terakhirnya di Vilnius pada hari yang sama.

Menyusul insiden tersebut, beberapa negara menangguhkan penerbangan ke dan dari Belarusia atau merekomendasikan maskapai penerbangan mereka untuk tidak menggunakan wilayah udara Belarusia. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA