Tanggapi Skandal Wawancara BBC Dengan Putri Diana, China Ingatkan Laporan Media Inggris Tentang Xinjiang

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Selasa, 25 Mei 2021, 10:23 WIB
Tanggapi Skandal Wawancara BBC Dengan Putri Diana, China Ingatkan Laporan Media Inggris Tentang Xinjiang
Putri Diana saat wawancara dengan wartawan BBC tahun 1995/Net
rmol news logo Terungkapnya skandal wawancara kontroversial antara mantan jurnalis BBC bersama mendiang Putri Diana ikut dikomentari Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian.

Dalam pernyataan terbarunya, Zhao mengatakan bahwa BBC adalah media yang tidak memiliki perasaan benar dan salah, dan tidak mengikuti prinsip. Zhao juga mengatakan kantor media itu berutang permintaan maaf kepada rakyat China.

Pernyataan tersebut disampaikan Zhao ketika diminta untuk mengomentari laporan investigasi yang baru-baru ini dirilis oleh pensiunan hakim John Dyson.

Dikatakan Dyson, bahwa mantan jurnalis BBC Martin Bashir telah terbukti menggunakan 'metode licik' hanya demi memperoleh wawancaranya dengan Princess of Wales dalam program berjudul 'Panorama' yang tayang lebih dari 25 tahun silam.

Sebagai tanggapan, Zhao mengatakan bahwa saat ini banyak orang percaya, bahwa laporan BBC tentang geopolitik dan ideologi itu bisa lebih jelek dan munafik, mengingat apa yang telah dilakukannya berkaitan dengan wawancara dengan anggota keluarga kerajaan.

"Sebenarnya, agen media yang membanggakan kemandirian dan kredibilitas ini, masih terlibat dalam tipu muslihat dan kecurangan, bahkan lebih terang-terangan," katanya, seperti dikutip dari Xinhua, Senin (24/5).

"Seperti yang diketahui, semua orang, BBC telah mengarang dan menyiarkan sejumlah besar disinformasi tentang masalah terkait China, termasuk masalah Xinjiang," tambah Zhao.

"Sama seperti cerita Diana, BBC, alih-alih mengingatkan atau mengkritik jurnalisnya tentang pelanggaran etika kerja, malah membantu menutupinya," ujarnya. BBC juga tidak memiliki pengertian benar dan salah, dan tidak mengikuti prinsip.

Sebelumnya, kedua putra mendiang Putri Diana, Pangeran William dan Harry juga mengkritik mengkritik praktik tak terpuji yang dilakukan BBC tersebut. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA