Dalam pertemuan dengan Presiden Dewan Keamanan PBB yang saat ini dipegang oleh China dan Presiden Majelis Umum PBB yang dipegang oleh Turki, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi membahas upaya ASEAN untuk menyelesaikan isu Myanmar.
"Saya sampaikan upaya yang dilakukan ASEAN untuk segera menghentikan kekerasan dan mengembalikan demokrasi di Myanmar termasuk ALM (ASEAN Leaders' Meeting) yang menghasilkan 5 poin konsensus," ujar Retno dalam konferensi pers virtual pada Jumat (21/5).
ALM telah digelar pada 25 April di Sekretariat ASEAN di Jakarta. Para pemimpin ASEAN telah menyepakati 5 poin konsensus untuk memperbaiki situasi di Myanmar pasca kudeta militer pada 1 Februari.
Lima poin kosensus tersebut adalah dihentikannya kekerasan, dimulainya dialog konstruktif, adanya proses mediasi dari ASEAN dan PBB, bantuan kemanusiaan, dan dikirimnya delegasi ke Myanmar.
Retno mengatakan, saat ini ASEAN tengah berfokus pada implementasi konsensus tersebut.
"Saya meminta agar Dewan Keamanan PBB, Majelis Umum PBB memberikan dukungan terhadap upaya yang dilakukan ASEAN dan menggunakan pengaruhnya kepada pihak yang terkait di Myanmar agar menerima fasilitasi ASEAN dalam menyelesaikan masalah di Myanmar," lanjut Retno.
Dalam kesempatan tersebut, Retno mengungkap, baik Presiden Majelis Umum PBB dan Dewan Keamanan PBB, memberikan apresiasi tinggi kepada kepemimpinan Indonesia dalam upaya mencari jalan bagi penyelesaikan krisis politik di Myanmar.
Mereka juga memberikan dukungan kepada ASEAN dalam pelaksanaan lima poin kosensus tersebut.
BERITA TERKAIT: